Lingkar Nusantara
Parepare — Aparat kepolisian dari Polres Parepare membubarkan sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan menggunakan senapan berpeluru gel di atas jalan raya pada Rabu (11/3/2026) dini hari. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan bagi pengguna jalan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.15 Wita di Jalan Abdul Kadir, Kota Parepare. Penertiban dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari personel Samapta Polres Parepare, Tim Senggol Presisi, serta patroli dari Polsek Ujung.
Petugas menemukan sejumlah remaja tengah memainkan permainan tembak-tembakan yang belakangan menjadi tren di kalangan anak muda. Namun ironisnya, permainan tersebut dilakukan di badan jalan yang masih dilalui kendaraan, sehingga dinilai berpotensi menimbulkan bahaya baik bagi para remaja maupun pengguna jalan lainnya.
Melihat kondisi tersebut, aparat kepolisian segera membubarkan para remaja tersebut dan memberikan imbauan agar tidak lagi melakukan aktivitas serupa di jalan raya atau fasilitas umum yang dapat membahayakan keselamatan.
Setelah melakukan penertiban, tim patroli gabungan melanjutkan pemantauan di sejumlah titik di wilayah Kota Parepare. Rute patroli meliputi Jalan Abdul Kadir, Jalan Bau Massepe, Jalan Agus Salim, Jalan Singa, Jalan Mattirotasi hingga kawasan Taman Mattirotasi.
Kasi Humas Polres Parepare, Suhendarwadi, mengatakan tindakan yang dilakukan personel di lapangan merupakan langkah preventif untuk melindungi keselamatan masyarakat, khususnya para remaja yang terlibat dalam permainan tersebut.
Menurutnya, permainan tembak-tembakan menggunakan peluru gel sebenarnya tidak menjadi masalah selama dilakukan di tempat yang aman. Namun jika dilakukan di jalan raya atau fasilitas umum yang ramai dilalui kendaraan, hal itu sangat berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Langkah yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bentuk upaya perlindungan. Kami ingin memastikan para remaja tetap aman dan tidak menempatkan diri pada situasi yang berbahaya, apalagi jika dilakukan di badan jalan yang dilalui kendaraan,” ujar Suhendarwadi.
Ia juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama saat malam hari, agar tidak melakukan kegiatan yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa kehadiran polisi di lapangan bukan untuk melarang aktivitas anak-anak, tetapi untuk menjaga keselamatan bersama serta mencegah potensi kecelakaan dan gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan patroli tersebut berakhir sekitar pukul 02.50 Wita dalam keadaan aman dan terkendali. Personel kemudian kembali ke Mapolres Parepare.











