Berita Seputar Nusantara
Kumpulan Beria Kriminal

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Demonstrasi Pembuatan Nugget Ikan Fortifikasi Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Bukit Harapan

PARE-PARE, LINGNUSA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa demonstrasi pembuatan nugget ikan fortifikasi daun kelor di Aula Kantor Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jumat (25/07). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat sebagai bentuk edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal bergizi dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

Program kerja ini merupakan bagian dari KKN Tematik Stunting yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan bergizi serta Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui edukasi pencegahan stunting berbasis pemanfaatan pangan lokal.

Sebagai wilayah pesisir, Kota Parepare memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, sementara daun kelor merupakan tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat dan memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Potensi tersebut dimanfaatkan menjadi produk nugget sebagai alternatif pangan bergizi yang praktis, menarik, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Penanggung jawab program kerja, Andi Wahdaniah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga.

> *”Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti ikan nila, ikan cakalang, dan daun kelor dapat diolah menjadi produk yang bergizi, praktis, serta disukai anak-anak. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas gizi keluarga,”* ujar Andi Wahdaniah.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan nugget, mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, pengukusan, pelapisan tepung, hingga proses penggorengan. Selain demonstrasi, peserta juga memperoleh edukasi mengenai kandungan gizi ikan dan daun kelor serta pentingnya pemenuhan protein hewani dan mikronutrien bagi pertumbuhan anak.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti demonstrasi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai penerapan resep di rumah.

Salah satu peserta kegiatan, Hasnawati, mengapresiasi pelaksanaan program kerja tersebut karena memberikan wawasan baru mengenai pengolahan pangan bergizi yang mudah dipraktikkan.

> *”Dengan diadakannya program kerja pembuatan nugget ikan fortifikasi daun kelor ini, masyarakat jadi mengetahui bahwa nugget tidak harus selalu dibeli dalam bentuk instan. Kita juga bisa membuat sendiri di rumah dengan bahan yang mudah diperoleh. Penambahan daun kelor menjadi inovasi yang baik karena dapat meningkatkan nilai gizi nugget sekaligus memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di sekitar kita. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini dapat diterapkan dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, khususnya anak-anak,”* tutur Hasnawati.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Bukit Harapan semakin terdorong untuk memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga. Edukasi mengenai pengolahan ikan dan daun kelor menjadi produk yang bernilai tambah diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat serta mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Bukit Harapan. (A2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *