Polman, Lingkar Nusantara- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Polewali Mandar(Polman)menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemkab Polman dan sejumlah Mahasiswa untuk membahas dugaan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai 100 persen. RDP ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti, GMNI Cabang Polman, KAMMI Mandar Raya, PMII Polman, dan KOMRAK, Selasa, 26/08/2025.
Kenaikan PBB ini menuai protes dari Mahasiswa karena dianggap menyusahkan Masyarakat, utamanya yang berpenghasilan rendah. Mahasiswa mendesak DPRD untuk menghadirkan Bupati Polman guna memberikan penjelasan terkait kebijakan ini.
“Kenaikan PBB hingga 100 persen untuk tahun 2025,Mahasiswa menilai kenaikan PBB tersebut pemkab Polman tidak berpihak kepada Masyarakat, utamanya yang berpenghasilan rendah, sehingga Mahasiswa menunttut keterbukaan dan kajian ulang terkait kenaikan PBB yang tidak disertai dengan sosialisasi yang memadai, sehingga banyak warga yang merasa terbebani.
Mahasiswa menuntut keterbukaan dan kajian ulang terkait kebijakan kenaikan PBB tersebut.
Sementara itu, Plt.Sekretaris daerah (Sekda) Polman Ahmad Syaifuddin dalam RDP menjelaskan, babwa di Polman belum ada kenaikan PBB, namun yang ada adalah penyesuaian, dan mengenai tuntutan adik-adik Mahasiswa,kami belum bisa mengambil keputusan,karena ini harus dikomunikasikan dulu sama pimpinan kami, dalam hal ini Bupati, mengingat Bupati saat ini sedang di Jakarta
“Saat ini kami tidak bisa menyimpulkan karena Bupati sedang ada di Jakarta, kita tunggu dulu Bupati datang”, jelas Ahmad Syaifuddin.
S
ementara itu, Wakil Ketua 1 DPRD Polman, Imam Singkarru selaku yang memimpin RDP, menjelaskan, bahwa tuntutan Mahasiswa, Pemkab Polman belum bisa memberikan kejelasan dan kesimpulan dari Pemkab Polman,karena Bupati sedang tidak berada di Polman, ia ada di Jakarta.
Menurut Plt Sekda dalam rapat menyampaikan, bahwa di Polman belum ada kenaikan pajak, yang ada hanya penyesuaian, dan mengenai tuntutan Mahasiswa, tentunya kami DPRD akan mengundang Bupati dalam waktu dekat ini untuk datang di DPRD demi untuk membahas tuntutan Mahasiswa”, jelas Imam











