Parepare, Lingnusa– Wakil Rektor (Warek) III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Dr. Ali Rusdi, disinyalir melakukan diskriminasi terhadap sejumlah program studi (Prodi) dalam sambutannya di acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rabu (27/8/2025).
Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Dr. Ali Rusdi menyinggung secara khusus adanya tiga prodi yang hingga kini disebut belum memiliki prestasi. Pernyataan tersebut menimbulkan beragam reaksi, termasuk anggapan bahwa Warek III seolah mengkotak-kotakkan prodi berdasarkan capaian mahasiswa.
“Masih ada tiga prodi yang sampai sekarang nol prestasi. Ini seharusnya jadi cambuk agar kalian tidak hanya kuliah di kelas, tapi juga aktif di kompetisi dan kegiatan kemahasiswaan,” ujar Ali Rusdi dalam pidatonya.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang prodi yang dimaksud, pernyataan itu memicu tanda tanya besar di kalangan mahasiswa baru maupun dosen. Sejumlah pihak menilai, pernyataan tersebut dapat menimbulkan stigma negatif bagi prodi yang disebutkan, alih-alih menjadi motivasi.
Beberapa mahasiswa yang hadir mengaku kaget dengan sikap Warek III. Mereka menilai penyampaian tersebut berpotensi menimbulkan diskriminasi antarprodi.
“Kalau memang ingin memotivasi, harusnya disampaikan dengan cara yang membangun, bukan seakan-akan merendahkan,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Meski begitu, sebagian pihak memahami bahwa pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai dorongan agar semua prodi bisa lebih aktif mencetak prestasi.
PBAK IAIN Parepare tahun 2025 ini diharapkan menjadi momentum mahasiswa baru untuk menumbuhkan semangat akademik dan non-akademik. Namun, kontroversi pernyataan Warek III ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan civitas akademika.











