Polman— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar(Polman),Rabu (7/10/2026).Puluhan mahasiswa menyuarakan keprihatinan mendalam atas antrean panjang di sejumlah SPBU,kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram yang dinilai semakin memberatkan masyarakat, sekaligus menuntut evaluasi terhadap Surat Edaran Bupati terkait pembatasan pembelian BBM.
Dalam orasinya,HMI menegaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir,antrean kendaraan disejumlah SPBU, harga BBM di sejumlah titik pengecer tidak resmi di wilayah Polman melonjak tidak wajar. Demikian pula LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga, banyak dijual di atas harga patokan yang ditetapkan pemerintah.
“Harga BBM ditingkat pengecer mencapai Rp.25.000 per botol, jauh diatas dari harga HET. LPG 3 kilogram yang seharusnya terjangkau, kini banyak dijual dengan harga Rp.35.000 per tabung ditingkat pengecer. Ini sangat membebani warga berpenghasilan rendah,” ujar juru bicara aksi.
Mengenai Surat Edaran Bupati Polman terkait pembatasan pembelian BBM, HMI menilai kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Kebijakan yang dimaksudkan untuk ketertiban dan pengendalian pasokan, justru dirasakan menimbulkan antrean panjang, ketidak pastian akses, serta kesulitan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Polman bersama DPRD untuk segera mengevaluasi surat edaran tersebut. Kebijakan harus adil, tidak mempersulit rakyat, dan tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM serta LPG yang murah dan terjangkau,” tegasnya.
Aksi ini juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menindak tegas pengecer yang menjual BBM dan LPG di atas harga ketetapan, serta mengawasi distribusi agar tidak terjadi penimbunan BBM dan LPG 3 Kg .
Awalnya,HMI orasi didepan kantor DPRD Polman,lalu menuju kelantai dua DPRD untuk menemui Ketua DPRD,Fahry Fadly dan ingin mendobrak pintu ruangan Ketua DPRD.Namun ketua DPRD sedang tidak ada diruanganan,karena sedang rapat disalahsatu ruangan komisi.
Menjelang beberapa menit orasi didepan ruangan Ketua DPRD sambil mendorong dorong-dorong pintu, barulah muncul Ketua DPRD dan Ia menyampaikan kepada HMI bahwa pintu itu jangan diganggu.pintu itu tidak ada salahnya,saya tadi sedang rapat Komisi
“Tadi saya sedang rapat diruangan komisi sehingga saya tidak cepat menemui adik-adik HMI.Sekarang kita keruangan Aspirasi saja,disana nanti adik-adik menyampaikan keluhan dan tuntutannya”,kata Fahry Fadly.
Diruangan Aspirasi terjadilah Rapat Dengar Pendapat(RDP) antara HMI dengan komisi II DPRD yang dihadiri Kadis Disperindagkop,Dr.Agusnia Hasan Sulur.RDP di Pimpin Ketua DPRD Polman,Fahry Fadly didampingi Wakil Ketua II DPRD,H.Amiruddin,S.H dan Ketua Komisi II,Amir,S,Pd
“Hasil RDP menyepakati akan turun kelapangan bersama DPRD,Mahasiswa dan Disperindagkop untuk memantau lansung sejumlah SPBU,sejumlah Pangkalan LPG 3 Kg dan SPBE Tumpiling.(Skr)









