Petani,Pengusaha By Darmin Organik Praktisi Dan Pemerhati Petani

Parepare Lungnusa.Com- 26 April 2025.Menjadi petani itu sama dengan menjadi pengusaha. Jauh lebih complex tugas dan tanggung jawabnya dibanding pengawai negeri atau swasta.

Pegawai, tugas dan tanggung jawabnya lebih terbatas dan terspesialis. Sedang jadi petani tugas dan tanggungjawabnya dari A sampai Z,emuanya menjadi tugas seorang petani.

Untung dan rugi sepenuhnya tanggung jawab seorang petani, bahkan jika bangkrut sekalipun

“Menjadi pegawai tidak menanggung untung dan rugi, bahkan perusahaan bangkrut pun mereka masih bisa menuntut pesangon.

Petani,tugas dan tanggung jawabnya,antara lain,

1. Mencari peluang komoditas yg menguntungkan.

2. Menentukan waktu kapan tanam  yg menguntungkan.

3. Bikin perencanaan tanam.

4. Menyediakan modal, bahan & alat kerjanya.

5. Menyediakan & mendidik tenaga kerja.

6. Tanam, rawat hingga panen.

7. Belajar & eksekusi tentang pupuk, pestisida, kesuburan, hama & penyakit.

9. Panen & mengatur penanganan pasca panen.

10. Mencari pasar atas hasil panennya & melakukan aktifitas sales/marketing komoditas panennya.

11. Bisa untung, bisa rugi, bisa bangkrut jika gagal atau harga jatuh.

12. Apapun yg terjadi mesti tanam lagi dst..Kadang saya terheran-heran dengan tulisan-tulisan di medsos pertanian.

Banyak sekali peminat tani yang harapannya diberi bibit, pupuk, alat/mesin dan pemasarannya disediakan oleh pemerintah (sambil menyalahkan pemerintah). Lebih aneh lagi permintaan seperti ini terkait komoditas durian. Hal ini lebih tidak mungkin lagi terjadi, sebab durian bukan komoditas pangan utama yang berefek pada inflasi.

Saya kira jika permintaan seperti ini dituruti dan dituruti…yang terjadi adalah…petani-petani kita akan menjadi petani yg kurang tangguh krn selalu meminta uluran bantuan pemerintah atas hal-hal yang semestinya menjadi tanggung jawab mereka. Terus dibantu sering menjadikan seseorang kurang berhati-hati dan kurang bertanggungjawab.

Pemerintah cukup bangunkan infrastruktur jalan , irigasi, ketersediaan pupuk bersubsidi dan adanya PPL

Dan 1 lagi…untuk tIdak mudah melakukan import komoditas pertanian yang bisa menjatuhkan harga panen dalam negeri sehingga petani merugi.

Menjadi petani dan pengusaha

Pengusaha itu penanggung resiko.

Ini fakta yang sebaiknya disadari.

Ingin menjadi petani tapi tidak sanggup dan tidak mampu dengan rangkaian tugas, tanggung jawab, resikonya, maka jadilah pegawai/karyawan/buruh atau merintis berdagang saja.

Tidak ada gunanya menyalahkan pihak lain (pemerintah). Energy habis hanya untuk menyalahkan pihak lain. Diri sendiri jadi kurang atau bahkan tdk maju & berkembang. Lebih baik fokus pada energy & potensi diri lalu gapailah kemajuan. Syukur-syukur mencapai kejayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *