Enrekang Lungnusa — Menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan penculikan anak di media sosial, Polsek Baraka Polres Enrekang bergerak cepat melakukan penelusuran dan klarifikasi pada Jumat, 30 Mei 2025.
Dalam unggahan salah satu akun media sosial disebutkan bahwa telah terjadi penculikan anak di wilayah Belalang, Langda, Kabupaten Enrekang, dan pelaku dikabarkan mengarah ke Baraka. Informasi ini sontak menimbulkan keresahan warga.
Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, SH, S.IK, MH, melalui Kasi Humas Polres Enrekang, Iptu Agung Yulianto, menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan hanya merupakan kesalahpahaman.
“Berita penculikan anak yang beredar di media sosial itu tidak benar. Anak tersebut sebenarnya dijemput oleh ibu kandungnya sendiri, bukan diculik,” jelas Iptu Agung Yulianto.
Personel Polsek Baraka langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil menghubungi ibu dari anak yang disebut dalam postingan, yaitu Ibu Winda. Ia kemudian diminta datang ke Polsek Baraka untuk memberikan keterangan dan klarifikasi.
Dari hasil penelusuran, diketahui kronologi kejadian bermula sekitar pukul 08.30 Wita saat Ibu Winda, yang datang dari Tarakan, mengunjungi kediaman Ibu Hartati (saudara ipar Winda) di mana anaknya, KHSN, tinggal. Ia datang menggunakan jasa ojek dan bersepakat dengan pengojek untuk kembali menjemput sekitar pukul 13.00 Wita.
Ibu Winda berniat membawa anaknya kembali ke Tarakan. Namun, kabar tersebut membuat panik pihak keluarga lain. Tante dari anak tersebut menghubungi Bapak KHSN, yakni Bohardin, yang saat itu sedang berada di Morowali. Tanpa mengetahui kondisi sebenarnya, Bohardin langsung menghubungi salah satu admin media sosial untuk memposting kejadian sebagai penculikan.
“Perlu diketahui, antara Winda dan Bohardin adalah pasangan suami istri yang sudah pisah ranjang selama sekitar dua tahun. Winda tinggal dan bekerja di Tarakan, sementara Bohardin di Morowali bersama anak pertama mereka. Anak kedua mereka, KHSN, tinggal bersama tantenya di Desa Kolai,” ungkap Iptu Agung.
Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada unsur penculikan dalam peristiwa ini.
“Ini murni konflik keluarga terkait hak asuh anak. Saat ini kedua belah pihak tengah kami mediasi di Polsek Baraka untuk mencari solusi damai,” tegas Kasi Humas Polres Enrekang.
Polres Enrekang mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial, demi menghindari kepanikan dan kesalahpahaman publik.(Yudi









