ENREKANG, LINGNUSA. COM – Kamis 12 Juli 2025 Pemerintah Kabupaten Enrekang menggelar Dialog Publik Evaluasi 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Enrekang di Ruang Pola Kantor Bupati. Kegiatan ini menghadirkan langsung Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangga dan Wakil Bupati H. Andi Tenri Liwang Latinro, serta sejumlah tokoh penting di daerah.
Turut hadir dalam dialog publik ini, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto SH., M.H, Kejari Enrekang Padeli, Ketua DPRD Enrekang Ikrar Eran Batu, Sekretaris Daerah (Sekda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan mahasiswa dari HPMM, HMI, Aliansi Cipayung, dan Organda Kabupaten Enrekang.
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Ritangga menyampaikan bahwa sejak pelantikannya pada 1 Maret 2025, saya ikuti reprek, Wakil Bupati langsung tancap gas dan pada tanggal 20 Februari 2025 saya dan Wakil Bupati mulai bekerja.
“Pertama yang kami lakukan adalah memperbaiki roda birokrasi pemerintahan. Kedua, kami fokus pada pengelolaan keuangan yang efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan kerangka APBD Enrekang yang jumlahnya terbatas, yakni hanya sebesar Rp34 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat.
Beberapa capaian dalam 100 hari kerja yang dipaparkan antara lain:
• Peningkatan disiplin kerja ASN, termasuk jam kerja dan pelayanan publik.
• Perbaikan pelayanan keagamaan, termasuk salat berjamaah dan program-program keumatan.
• Pelayanan KTP di beberapa kecamatan besar yang kini semakin mudah diakses.
• Penyaluran THR dan gaji ke-13, di mana Enrekang menjadi kabupaten ke-5 tercepat dalam penyaluran.
• Pengadaan alat pertanian dan 300 unit pompa air untuk mendukung sektor pertanian.
• Swakelola pengadaan bibit bawang: sebelumnya pembelian bawang dilakukan dari Jawa, kini telah ada penangkaran bibit di daerah sendiri, tepatnya di Saluran.
• Pembangunan saluran irigasi senilai Rp22 miliar akan segera dikerjakan.
• Penguatan UMKM sebagai strategi peningkatan ekonomi dan APBD.
• Pengembangan pariwisata, termasuk kawasan Buttu Macca.
• Pembatasan muatan kendaraan di jalur Cakke-Baraka maksimal 8 ton, untuk menjaga kualitas dan umur jalan.
• Pembangunan Sekolah Rakyat, sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Dalam sesi selanjutnya, Wakil Bupati H. Andi Tenri Liwang Latinro menyampaikan komitmennya dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Fokus utama saya adalah melakukan monitoring terhadap kinerja seluruh pegawai di lingkup Pemkab Enrekang.
Kami ingin memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Dialog publik ini menjadi ajang transparansi sekaligus refleksi awal dari janji-janji kerja duet pemimpin baru Enrekang. Acara juga diwarnai dengan diskusi terbuka antara pemerintah dan elemen masyarakat.(Yudi)











