Pinrang,Lingnusa- Sulawesi Selatan– Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Pinrang kembali menunjukkan eksistensinya di dunia pendidikan dengan menggelar Pelatihan dan Literasi Jurnalistik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Unggulan Pinrang, Rabu (23/07/2025).
Acara ini Berlokasi di aula sekolah, suasana kegiatan ini di lakukan pula pemberian Cindera Mata kepada nara sumber diikuti dengan penuh semangat oleh 70 siswa terpilih yang begitu antusias menyimak materi demi materi yang disampaikan oleh para narasumber profesional. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua FPII Setwil Sulsel, Muh. Rizal Bakri yang datang langsung dari Kabupaten Sidrap, disaksikan Kepala UPT SMAN 11, Syaifuddin Muhiddin, S.H., S.Pd., M.Pd., serta jajaran guru dan tamu undangan.
Hadir sebagai pemateri, antara lain Muhammad Akhiyar dari Dinas Kominfo Sandi Pinrang (Pranata Humas), dan perwakilan dari Badan KesbangPol Kabupaten Pinrang bapak Syaiful dan Habar, Para pemateri membawakan materi seputar pengelolaan informasi digital, teknik penulisan berita yang efektif, serta pentingnya peran media dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Rizal Bakri menekankan bahwa literasi jurnalistik merupakan kebutuhan penting di era digital. “Pengetahuan jurnalistik harus dimiliki generasi muda, karena keterampilan ini tidak hanya berguna untuk dunia pers, tapi juga menunjang berbagai profesi masa depan,” ungkapnya.
Ketua FPII Korwil Pinrang, Yunus Darwis, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen FPII untuk mencetak generasi yang cakap menulis, mampu mengolah informasi, serta berpikir kritis terhadap isu-isu sosial. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal awal para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik, baik media online maupun cetak,” ujarnya.
Kepala SMAN 11 Pinrang, Syaifuddin Muhiddin, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pelatihan ini adalah sesuatu yang sudah lama kami nantikan. Menulis adalah bagian penting dari dunia akademik dan profesional. Semoga kegiatan semacam ini terus berkelanjutan,” harapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bukti bahwa mereka telah mengikuti pelatihan literasi jurnalistik. Harapannya, dari pelatihan ini akan lahir jurnalis-jurnalis muda yang mampu menyuarakan kebenaran dan membangun opini yang sehat di tengah masyarakat.











