Renovasi SR Di Polman Menuai Sorotan,Kadis Sosial Tidak Mengetahui Anggaran nya

Polman,Lingkar Nusantara-Pelaksanaan Renovasi Ruang Kelas Belajar(RKB) dan Asrama sekolah Rakyat(SR) di UPTD SMKN PP Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar(Polman),Provinsi Sulawesi Barat(Sulbar)kini menuai sorota dari berbagai kalangan,termasuk LSM, karena diduga tidak teransparan dalam penggunaan Anggaran,lantaran hanya memasang papan proyek yang nilai Anggaran keseluruhan kegiatan di 37 titik lokasi dan 21 Provinsi seluruh Indonesia, yakni sebanyak RP. 206 176 700.000 Miliar APBN tahun 2025,dengan Pelaksana PT. NINDYAH ADHI KSO.

Informasi yang dihimpun media ini dari berbagai kalangan,bahwa Renovasi SR di UPTD SMKN PP Rea Timur diduga tidak teransparan,lantaran papan proyek yang dipasang adalah kegiatan di 37 titik lokasi dan 27 Provinsi se-Indonesia,sebaiknya Kontraktornya memasang juga papan proyek khusus Anggaran renovasi SR di Polman agar Publik mengetahui nilai Anggaran nya”,tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua LSM Milu Hapsir Sultan kepada Media ini,bahwa sebaiknya pelaksana kegiatan Renovasi SR tersebut memasang papan proyek tersendiri dengan mencantumkan nilai Anggaran khusus untuk Renovasi SR di Polman, jangan hanya mencamtumkan Anggaran yang nilainya keseluruha di 37 titik lokasi kegiatan

Ya, jangan hanya mencantumkan Anggaran secara keseluruhan di 37 titik kegiatan, saya warga polman jugs ingin  mengetahui nilai Anggaran yang sebenarnya Rehabilitasi SR di Polman,pungkas Hapsir Sultan.

 Selain itu, kata Hapsir,harus juga dilengkapi direksi keet, karena papan proyek dan direstiket juga ada anggaran tersendiri”, jelasnya.

Menanggapi sejumlah sorotan tersebut,Media ini menemui pelaksana kegiatn dilokasi,Ruli, Kamis, 07/08/2025, namun  ia menolak dikonfirmasi,dengan alasan harus punya surat isin dari Kadis Sosial Polman, Aswar Jasin untuk masuk dilokasi Proyek

“Harus memiliki surat isin dari Kadis Sosial Pak,apa lagi mau wawancara terkait kegiatan proyek  SR”, kata Ruli.

Mendengar alasan Ruli, Media ini mencoba menghubungi lansung Kadis Sosial,Aswar Jasin lewat via telefon  namun tidak berhasil, karena hanfhonenya tidak aktif. Ke esokan harinya,yakni,Kamis,08/08/2025 Media ini berhasil Menemui Aswar Jasin diruang kerjanya.Dalam wawanra, Aswar Jasin mengatakan kenapa Ruli menyebut nyebut nama saya, apalagi menyebut harus punya surat isin dari saya baru bisa memasuki lokasi, itu tidak benar, saya tidak pernah menyampaikan terkait itu

“Saya tidak punya kewenangan menjelaskan terkait kegiatan Renofasi SR,itu rananya pihak perusahaan PT. Nindyah Edho kso, kami di Dinsos hanya bagian sekretariat yang mengurusi  proses pemberkasan pengadaan lokasi(lahan) pembangunan SR dan menyiapkan tempat proses sementara pembelajaran, itulah yang sementara direnovasi”, jelas Aswar Jasin.

Aswar mempertegas bahwa dirininya tidak berkewenangan menjelaskan terkait kegiatan renovasi SR, itu rananya pelaksana kegiatan PT. Nindyah,hingga saat ini saya juga belum pernah ketemu kontraktornya dan saya juga tidak mengetahui nilai Anggaran nya, yang saya tahu Anggaran keseluruhan rehab SR di 37 titik di 21 provinsi, yakni sebanyak Rp. 206  176.700.000″, tegas Aswar.

Menanggapi penjelasan Aswar Jasin, Media ini  kembali kelokasi Proyek berupaya menemui Ruli,Alhamdulillah upaya  berhasil menemuinya, karena secara kebetulan Kepala Dinsos  Aswar Jasin sedang ada juga dilokasi, sehingga Ruli tidak meminta lagi surat isin, namun ia langsung mengarahkan untuk wawancara sama Pelaksana kegiatan(kontraktornya)atas nama Rama.

Setelah Media ini menemui Rama, Ia juga melempar tanggungjawab kepada PUPS di Mamuju, ia meminta kepada Media untuk menghubungi Mas Qyas

“Hubungi aja Mas Qyas Pak,sambil memberikan nomor hanfhonenya, setelah dihubungi nomor hanfhonenya Mas Qyas tidak aktif.

LSM Milu Hapsir Sultan menduga ada yang tidak beres diproyek tersebut,Karena tidak ingin transparan

” Tidak teransparan,nya, antara lain, papan proyek yang menyebut nilai Anggaran khusus renov SR di Polman tidak ada, Direki keet tidak ada dan juga tidak transparan terhadap Media”, pungkas Hafsir Sultan. (Skr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *