Polman, Lingkar Nusantara–Terkait adanya Isu yang beredar di Media Sosial(Medsos) yang menyebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Kabupaten Polewali Mandar(Polman)menerima Amplop tebal saat sidak di Rumah Sakit Umum Hj.Andi Depu Polewali,dr.Anita menyebut hal itu tidak benar alias hoax.
“dr.Anita menegaskan,bahwa informasi yang beredar di Medsos, itu tidak benar adanya.DPRD melakukan sidak di RSUD HJ.Andi Depu,itu murni menjalangkan tugas sebagai fungsi pengawasan”,jelasnya.
Akun facebook itu yang mengatas namakan warga sipil sudah sering melakukan hal yang sama,namun hanya narasinya yang berbeda
“Sebelumnya,Akun facebook itu juga pernah menyebarkan berita hoax yang menyebutkan,Direktur bersama sejumlah dokter melakukan pemotongan dana tertentu, dan ini terulang kembali,bukan lagi RSUD sasaran nya,tapi ke DPRD lagi. sebenarnya oknum tersebut sudah melakukan pencemaran nama baik terhadap DPRD dan RSUD HJ. Andi Depu”, tegas dr.Anita.
Ia menyebut,sebelum DPRD sidak ke RSUD Hj. Andi Depu,terlebih dahulu sidak di RS Peratama Wonomulyo, bukan hanya RSUD HJ. Andi depu yang disidak pada saat itu
“Di RSUD HJ.Andi Depu,DPRD mengunjungi ruang IGD dan sejumlah ruang perawatan, namun yang disorot adalah pendingin ruangan,tidak ada hal lain yang dibicarakan, seperti yang dituduhkan,bahkan dalam kunjungan sidak tersebut, sejumlah wartawan ikut menyaksikan dan melakukan peliputan,” jelasnya.
Lebih lanjut,dr.Anita mengungkapkan, bahwa pihak rumah sakit sebelumnya juga sudah beberapa kali memberikan klarifikasi terkait tuduhan di akun facebook tersebut. Klarifikasi bahkan tidak hanya dilakukan olehnya sebagai direktur, tetapi juga oleh Ketua Komite Medik dan Ketua Komite Keperawatan.
“Kami berencana melaporkan akun facebook itu ke pihak berwajib, karena kerap mengulang isu yang sama, namun narasi yang berbeda. Isinya cenderung fitnah dan mencemarkan nama baik,” tegasnya.
Anita mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dan cerdas menyikapi informasi di Medsos
“Pemilik akun yang diduga Warga Sipil ini telah keseringan menyerang RSUD Hj. Andi Depu, dan kini berbuat ulah lagi dengan menyerang DPRD Polman,dengan tuduhan menerima amplop tebal saat sidak di RSUD Polewali, itu sangat tidak benar dan itu hoax”,pungkas nya kepada sejumlah Awak Media di sela-sela kegiatan perlombaan menyambut HUT Kemerdekaan RI,Jum’at,15/08/2025.
Sementara itu, Dewan Pengawas RSUD Hj. Andi Depu, Alimuddin,menegaskan,bahwa isu tersebut tidak benar adanya, itu hoax
“Kami sudah melakukan klarifikasi bersama pihak manajemen rumah sakit,itu dapat dipastikan,bahwa akun Facebook itu menyebarkan informasi bohong. Bahkan Ketua DPRD bersama unsur pimpinan telah membantah keras isu tersebut,tudingan itu adalah hoax dan itu adalah pencemaran ,”pungkas Alimuddin.
Sebelumnya, Media ini juga telah menkonfirmasi hal tersebut kepada Ketua DPRD Polman Fahry Fadly diruang komisi IV,.Fahry menegaskan bahwa hal itu tidak benar, itu adalah hoax.Kami bersama Ketua Komisi IV Agus Peranoto, wakil Ketua,BPJS Kesehatan dan sejumlah anggota DPRD lain nya melakukan sidak ke DPRD pada saat itu, setelah kami menerima sejumlah keluhan dari Masyarakat, terkait kurang maksimalnya pelayanan di RSUD terhadap pasien, termasuk sarana nya
Setelah kami turun sidak, kami menemukan sejumlah kendala, termasuk masih ada beberapa ruangan perawatan masih menggunakan kipas angin, seharusnya menggunakan AC. Kemudian masih ada beberapa kamar mandi pasien/WC pintunya sudah tidak layak digunakan dan diruang IGD pelayana belum maksimal
“Hal tersebut kami telah merekomendasikan kepada Diretur dr. Anita untuk melakukan pergantian pintu, dan ruangan yang masih menggunakan kipas angin diganti AC, dan di IGD pelayanan nya dimaksimalkan”, terang Fahry Fadly.
Ia kembali menegaskan, bahwa isu tudingan di akun facebook yang menyebut DPRD menerima amlop tebal, itu hoax, kami ke RSUD HJ. Andi Depu bukan mencari amplop, tapi itu murni menjalangkan tugas sebagai pengawasan
“Sebaiknya pemilik akun facebook itu berlaku jantan, meyebutkan namanya dan menampakkan potonya, jangan begitu menyebar informasi hoax, karena akibatnya meresahkan”, tegas Fahry Fadly. (Skr)











