Pinrang Sulsel,Lingnusa– Suasana perayaan HUT RI ke-80 beberapa hari lalu di Kecamatan Tiroang yang penuh kegiatan lomba juang untuk meramaikan momen Hari Kemerdekaan itu, dengan berbagai perlombaan yang melibatkan beberapa sekolah-sekolah, termasuk SD Inpres Tonrong Saddang. Meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait dugaan pungutan liar (pungli), pihak sekolah dan komite memastikan bahwa dana yang terkumpul hanyalah hasil sumbangan sukarela orang tua murid.
Pada hari Kamis lalu (21 Agustus 25) Ketua Komite SD Inpres Tonrong Saddang, Abdul Asis, melakukan rapat khusus di Sekolah membicarkan persoalan adanya sorotan Wartawan di Medianya, pada rapat itu Kepala Sekolah bersama Komite menegaskan bahwa sumbangan yang di anggap Pungli di Media, hal itu kami tidak Terima sebab sumbangan tersebut telah melalui proses rapat bersama orang tua siswa dan Komite, “Memang ada sumbangan, tapi itu sudah dimusyawarahkan dengan orang tua dan mereka menyetujui. Saya sudah lama jadi ketua komite, baru kali ini ada kesalahpahaman seperti ini. Makanya kami panggil Wartawan dan orang tua murid untuk meluruskan masala ini ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SD Inpres Tonrong Saddang, Masnawi. Ia membantah isu bahwa pihak sekolah mengeluarkan siswa yang tidak membayar. “Bukan kami yang melarang anak ikut, tapi memang ada orang tua yang tidak mengizinkan. Bahkan untuk acara malam, orang tua sendiri yang tidak setuju kalau anaknya tampil larut malam,” jelasnya.
Masnawi juga menegaskan, dari lebih 90 siswa, hanya sekitar 60-an yang memberikan sumbangan, sementara 26 siswa tidak membayar. “Tidak ada guru yang pernah menagih sumbangan ke orang tua siswa yang tidak ikut bayar,” tegasnya, yang langsung diamini oleh para orang tua murid dengan lantang.
Salah satu wali murid, Sukma, mengaku kecewa dengan isu yang berkembang. “Kami sama sekali tidak merasa terbebani apalagi dirugikan. Justru kami bangga anak-anak bisa ikut meramaikan HUT RI ke-80,” ungkapnya yang didampingi sejumlah orang tua lainnya.
Pertemuan klarifikasi ini turut dihadiri oleh Lurah Tiroang, aparat lingkungan Tonrong Saddang, serta pihak kepolisian setempat. Kehadiran mereka menambah suasana kondusif dan memastikan bahwa masalah ini hanyalah miskomunikasi semata.







