PARE-PARE, Lingnusa.com, 24/12/2025 – Di tengah dinamika dunia informasi yang bergerak cepat, muncul sosok Abdul Hamid, atau yang lebih akrab disapa Wa Lande, sebagai figur yang tidak hanya dikenal melalui karya jurnalistiknya, tetapi juga melalui besarnya pengaruh positif yang ia berikan kepada lingkungan sekitarnya.
Lahir pada 2 Juli 1965, pria yang dikenal dengan jargon khas *”Anure Acu”* ini telah menempuh perjalanan hidup yang panjang. Kini, ia tidak hanya dipandang sebagai seorang wartawan senior, tetapi juga telah bertransformasi menjadi sosok “Guru” dan motivator bagi banyak orang.
Lebih dari Sekadar Wartawan
Bagi rekan sejawat dan sahabat, Abdul Hamid adalah perpustakaan berjalan. Pengalamannya di dunia pers menjadikannya mentor yang mumpuni. Namun, gelar “Guru” yang ia sandang bukan sekadar profesi formal, melainkan pengakuan atas dedikasinya dalam membimbing keluarga dan sahabat. Ia mampu menempatkan diri sebagai teman diskusi yang hangat sekaligus motivator yang mampu membangkitkan semangat di kala sulit.
Pahlawan dan Inspirator
Di mata keluarga , Wa Lande adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Ia menjadi pilar kekuatan yang menyatukan dan memberikan arah bagi masa depan anak-anaknya. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi momen yang paling dinanti, terutama oleh para cucunya. Bagi mereka, Wa Lande bukan sekadar kakek, melainkan sosok yang kehadirannya selalu membawa keceriaan dan kerinduan yang mendalam.
Namun, pengaruh Wa Lande tidak berhenti cukup dalam keluarga saja. Di kalangan sahabat dan rekan sejawat, ia dikenal sebagai motivator ulung. Tanpa perlu menggurui, ia mampu membangkitkan semangat orang-orang di sekitarnya melalui nasihat yang bijak dan tindakan nyata. Wa Lande dipercaya sebagai sosok yang mampu mendengarkan dengan hati dan memberikan solusi tanpa menghakimi.
Jargon *”Anure Acu”* sebagai Simbol Kedekatan
Jargon *”Anure Acu”* telah menjadi identitas yang melekat erat pada dirinya.
Kalimat ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan simbol keakraban yang mencairkan suasana di mana pun ia berada. Karakteristiknya yang rendah hati dan mudah bergaul membuatnya dicintai oleh berbagai kalangan.
Dedikasi Tanpa Henti
Di usianya yang telah matang, Abdul Hamid terus membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap menginspirasi. Ia tetap aktif membagikan ilmu, memberikan motivasi, dan menjadi teladan tentang bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
“Beliau adalah bukti nyata bahwa seorang wartawan sejati adalah mereka yang tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga mampu menuliskan kebaikan di hati orang-orang di sekitarnya,” ujar Samsir salah satu sahabat dekatnya.
“Beliau memiliki cara unik untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras kepada kami. Bagi kami, Wa Lande adalah perpustakaan hidup yang berjalan,” lanjutnya.
Sosok Wa Lande adalah pengingat bagi kita semua bahwa warisan terbaik seseorang bukanlah harta, melainkan jejak inspirasi dan kasih sayang yang ditinggalkan bagi keluarga dan sahabat.
#Ponakan_Wa_Lande











