PAREPARE, lingnusa.com, 06/01/2026, – SMPN 8 Parepare terus memperkuat komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui pembiasaan nilai-nilai kebersihan dan adab kesantunan. Sebagai salah satu institusi pendidikan ternama di Kota Parepare, sekolah ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan integritas moral siswa di setiap aspek kesekharian.
Kebersihan sebagai Cermin Kedisiplinan
Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi, lingkungan SMPN 8 Parepare dengan pemeriksaan rutin kebersihan diri. Salah satu fokus utamanya adalah pemeriksaan kuku bagi seluruh murid didepan gerbang sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara humanis sebagai bentuk edukasi bahwa kesehatan dan kebersihan adalah landasan utama dalam memulai proses belajar mengajar.
“Kebersihan kuku mungkin terlihat sederhana, namun ini adalah cara kami mengajarkan detail kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi kepada murid sejak dini,” ujar Dr. H. Muhammad Dahlan, S.Pd.I., M.Pd.I.
Teladan Adab dari Tenaga Pendidik
Budaya ramah tamah juga menjadi napas utama di sekolah ini. Hal ini diwujudkan secara nyata dari sikap para guru dalam berinteraksi dengan orang tua siswa maupun sesama rekan sejawat. Salah satu sosok yang menjadi teladan adalah guru agama, Dr. H. Muhammad Dahlan, S.Pd.I., M.Pd.I.
Beliau dikenal luas dengan keramahannya saat menyapa siapa pun di lingkungan sekolah.
Ucapan doa dan perhatian seperti, “Hati-hati di jalan, Pak/Ibu,” yang kerap dia sampaikan kepada orang tua murid selepas mengantarkan anaknya ke sekolah, memberikan kesan mendalam tentang betapa tingginya nilai adab yang dijunjung di SMPN 8 Parepare.
Cinta Murid kepada Guru melalui Adab
Kehangatan dan perhatian yang diberikan oleh para guru menghasilkan kecintaan yang tulus dari para siswa. Salah satu murid Kelas 7.2, Muhammad Naufal, mengungkapkan rasa kagum dan cintanya kepada para guru melalui sikap hormat dan patuh.
Bagi Naufal dan rekan-rekannya, sosok guru bukan sekedar mengajarkan materi pelajaran, melainkan orang tua kedua yang memberikan teladan melalui tindakan nyata.
“Kami merasa sangat dihargai sebagai murid. Cara guru-guru kami menyapa dan memperhatikan hal-hal kecil membuat kami ingin membalasnya dengan perilaku yang baik pula,” ungkap Naufal.
Melalui sinergi antara kedisiplinan kebersihan dan budaya ramah tamah, SMPN 8 Parepare berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan etika yang mulia.











