Berita  

Hari ke-12 Ops Keselamatan di Parepare, Polisi Ingatkan Pelajar Bahaya Lawan Arus dan Bonceng Lebih dari Satu

Lingkar Nusantara

Parepare – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parepare menggelar kegiatan Police Goes to School dalam rangka Operasi Keselamatan Pallawa 2026 di UPT SMK Negeri 1 Parepare, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini memasuki hari ke-12 pelaksanaan operasi.

Edukasi digelar sekitar pukul 07.30 Wita di sekolah yang berlokasi di Jalan Bau Massepe No. 34, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Kegiatan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Parepare AKP Muh. Arsyad, didampingi Aipda H. Aswar. Dalam penyuluhan tersebut, polisi memberikan imbauan dan edukasi kepada siswa-siswi terkait pentingnya tertib berlalu lintas.

Arsyad menekankan penggunaan helm berstandar SNI bagi pelajar yang mengendarai sepeda motor. Ia menyebut helm merupakan pelindung utama untuk mengurangi risiko fatal saat terjadi kecelakaan.

“Helm itu melindungi kepala dari benturan. Jangan hanya dipakai karena takut ditilang, tapi karena sadar itu untuk keselamatan,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diingatkan agar tidak berboncengan lebih dari satu orang. Menurutnya, berboncengan berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko terjatuh.

Polisi juga menyoroti kebiasaan melawan arus yang kerap dilakukan untuk mempersingkat waktu tempuh. Tindakan tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi menyebabkan tabrakan frontal.

Tak hanya itu, penggunaan telepon genggam saat berkendara turut menjadi perhatian. Arsyad mengatakan penggunaan handphone dapat mengurangi konsentrasi dan memperlambat respons pengendara terhadap situasi di jalan.

“Ketika fokus terbagi karena ponsel, risiko kecelakaan meningkat. Jangan gunakan handphone saat berkendara,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas juga menyampaikan delapan sasaran prioritas pelanggaran Operasi Keselamatan Pallawa 2026, di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), penggunaan sirine dan rotator tidak sesuai peruntukan, TNKB tidak sesuai ketentuan, kendaraan pribadi dijadikan angkutan umum, angkutan barang mengangkut orang, kendaraan tidak laik jalan, serta pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Satlantas berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *