Lingkar Nusantara
PAREPARE — Tim Satgas Pengendalian Pangan Kota Parepare kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran. Pemantauan dilakukan di empat titik strategis, yakni Pasar Sentral Labukkang, Pasar Sumpang, Pasar Lakessi, serta Pasar Modern Parepare.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Parepare, Ipda Ramlan, bersama tim gabungan. Sidak ini bertujuan memastikan harga beras tetap terkendali, kualitas terjaga, serta stok bahan pokok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam pemantauan di salah satu toko beras di Pasar Sentral Labukkang, tim mendapati ketersediaan beras premium dan medium masih mencukupi. Pasokan beras tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hasil pengecekan menunjukkan harga beras medium jenis SPHP berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. Sementara beberapa merek beras medium seperti Rojo Lele, Mawar, dan Ketupat dijual dengan harga bervariasi antara Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram. Untuk kategori premium, merek Putri Bugis dan Bambu dibeli pedagang dengan harga masing-masing Rp14.500 dan Rp14.300 per kilogram.
Ipda Ramlan menegaskan, pemantauan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi permainan harga oleh oknum pedagang.
“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah adanya permainan harga. Kami pastikan kondisi harga di pasaran masih wajar dan tidak ada pedagang yang memanfaatkan situasi. Pantauan hari ini menunjukkan harga relatif stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satgas Pangan akan terus melakukan monitoring secara berkala, khususnya menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok. Dengan pengawasan rutin tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang karena stok beras terpantau aman dan distribusi berjalan lancar.











