Makan Bergizi Gratis” atau “Makan Sisa Plastik”?Amburadulnya Menu BGN Tanda Oligarki Berpesta

Pare-Pare, 4 Maret 2026 – Publik kembali disuguhkan drama komedi tragis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Program unggulan “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang digadang-gadang bakal menyuplai gizi tinggi bahkan sempat sesumbar satu dapur (SPPG) satu ekor sapi kini berwujud realitas menyedihkan: Roti, abon, kacang, dan pisang, semua disajikan dengan aroma plastik.

Berdasarkan laporan di lapangan (termasuk temuan di Pare-Pare Sulsel, 2026), menu yang diterima siswa jauh dari kata “bergizi”. Janji susu, ikan lele, dan daging sapi yang dilaporkan Kepala BGN kepada Presiden seolah hanya menjadi dongeng pengantar tidur.

 

Poin-POin ironis “Prestasi” BGN : 

1. Transformasi Sapi Jadi Roti Seribuan : Kepala BGN melapor ke Presiden soal kesiapan ribuan ekor sapi dan lele. Faktanya? Murid sekolah menerima menu “kering” yang isinya roti harga seribuan, kacang, dan pisang. Mungkin konsep “sapi” di sini adalah imajinasi kolektif, atau sapinya sedang jalan-jalan ke kantong oligarki.

 

2. Kemasan Plastik & “Sterilisasi” Tingkat Tinggi: Di saat BGN mengklaim standar higienis tinggi, faktanya makanan dibungkus plastik seadanya. Apakah plastik tersebut dijamin aman, ataukah ini metode pengawetan terbaru agar menu tahan dua hari?

 

3. Kebohongan Terang-terangan: Badan Gizi Nasional tampaknya sedang menguji ketahanan gizi anak bangsa dengan menu rendah protein. Narasi “makanan bergizi gratis” lebih tepat disebut “menu pilihan untuk memperkaya oligarki”.

4. Amburadul & Memalukan: Dengan anggaran triliunan, menu yang disajikan justru lebih layak disebut snack sore daripada makan siang bergizi untuk pertumbuhan. Evaluasi BGN patut dipertanyakan, atau jangan-jangan evaluasinya juga dipacking plastik?

Ini bukan sekadar program gagal, melainkan pembohongan publik terang-terangan yang dilakukan di atas perut anak-anak sekolah. Saatnya bertanya, ke mana perginya dana, dan ke mana perginya daging sapi yang dijanjikan?

 *Mungkin slogan yang benar adalah: Anak Sakit, Oligarki Kaya.* 🤣

 

Hasanuddin: Penulis/Penanggung jawab lingnusa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *