Parepare, 4 Maret 2026 — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MAN 2 Parepare kembali menuai sorotan dari salah satu orang tua siswa. Menu yang dibagikan kepada siswa pada Rabu (04/03/2026) dinilai jauh dari standar gizi seimbang yang selama ini digembar-gemborkan.
Berdasarkan dokumentasi yang beredar, isi paket MBG hanya terdiri dari kacang, roti, abon, dan pisang mentah. Tidak tampak adanya susu, daging sapi, maupun ikan lele sebagaimana yang sebelumnya disebut-sebut dalam laporan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) kepada Presiden.
Publik pun mempertanyakan konsistensi dan transparansi pelaksanaan program. Jika benar pernah disampaikan bahwa setiap SPPG mendapat dukungan sumber protein hewani seperti sapi atau ikan, mengapa realitas di lapangan justru berbeda?
Lebih memprihatinkan lagi, makanan dikemas menggunakan kantong plastik tipis tanpa wadah standar food grade yang layak. Aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi tanda tanya besar. Apakah distribusi seperti ini telah melalui pengawasan sanitasi? Siapa yang menjamin sterilitasnya?
Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa. Namun jika menu yang diberikan tidak memenuhi unsur protein hewani, minim variasi, dan dikemas secara seadanya, maka wajar bila masyarakat menilai program ini berjalan tanpa standar yang jelas.
Pihak terkait, khususnya pengelola SPPG dan instansi pengawas, perlu segera memberikan klarifikasi terbuka. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar program strategis nasional ini tidak kehilangan kepercayaan publik.
Gizi anak bukan bahan coba-coba. Transparansi dan kualitas harus menjadi prioritas, bukan sekadar seremonial pembagian.
Darmin
Hasanuddin: Penanggung jawab











