Barru, Mallusetasi — Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Masjid Babul Khaerat, pada Kamis, 19 Maret 2026, di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, saat Darman Mareppang hadir di penghujung bulan suci Ramadan untuk membersamai masyarakat.
Kehadiran Darman bukan sebagai penceramah, melainkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pemuda dan masyarakat. Ia hadir untuk berbagi motivasi, mendengar, serta menguatkan semangat kebersamaan di tengah warga.
Di hadapan jamaah yang memenuhi masjid, Darman menyampaikan pesan-pesan yang tidak hanya mengajak untuk meningkatkan ibadah di sisa Ramadan, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan penuh ketulusan, ia memberikan perhatian khusus kepada para remaja Masjid Babul Khaerat. Ia berharap mereka tidak sekadar menjadi generasi penerus, tetapi juga menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaan dan mampu mengambil peran dalam pemerintahan di masa depan. Pesan itu disampaikan dengan nada harapan, seolah menitipkan masa depan kepada generasi muda yang hadir malam itu.
“Jangan sampai terjerumus dalam pergaulan yang tidak memberi manfaat,” pesannya, mengingatkan bahwa lingkungan yang salah dapat merusak harapan besar yang sedang dibangun. Ia pun mendorong para remaja untuk terus melangkah lebih jauh, melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Lebih lanjut, Darman juga berbagi kisah pribadinya sebagai bentuk motivasi. Ia menyampaikan bahwa meskipun usianya tidak lagi muda, dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ilmu hukum di Kota Parepare. Hal tersebut menjadi bukti bahwa semangat untuk terus belajar tidak mengenal batas usia.
Di tengah masyarakat, Darman Mareppang juga dikenal sebagai sosok yang aktif membantu dan mendampingi warga dalam berbagai permasalahan yang muncul. Kepeduliannya itulah yang membuat kehadirannya tidak hanya dirasakan sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat.
Salah satu warga yang hadir turut mengungkapkan bahwa Darman memang dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa Darman kerap hadir membantu dan mendampingi warga ketika menghadapi berbagai persoalan di tengah kehidupan bermasyarakat, serta tidak henti memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus berkembang.
Lebih dari itu, Darman Mareppang menegaskan bahwa membangun generasi unggul tidak bisa dimulai terlambat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merangkul anak-anak sejak usia dini, menanamkan nilai-nilai dasar keagamaan dan akhlak, agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter.
Malam itu bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi menjadi momen refleksi bersama. Di penghujung Ramadan, harapan-harapan tentang masa depan generasi muda menggema di dalam masjid, menyatu dengan doa-doa yang dipanjatkan.
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menjadi penutup yang indah, seakan mengingatkan bahwa dari kebersamaan dan kepedulian, masa depan yang lebih baik dapat terwujud.











