Polman,Lingkar Nusantara. com – Musisi muda berbakat asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Andri Khan menghadiri rumah duka di Dusun Kuningan, Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibunda sahabatnya, Rendi Ahmad.
Kedatangan Andri Khan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada sahabatnya yang tengah berduka. Almarhumah yang meninggal dunia diketahui bernama Nurmi Padong.
Andri Khan yang lahir di Kabupaten Pinrang pada tahun 2001 dikenal sebagai musisi penyandang tuna netra sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan penglihatan, ia mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di bidang musik. Sejak usia tiga tahun, Andri telah belajar memainkan organ tunggal (electone) dan hingga kini telah mengaransemen ratusan lagu yang dipublikasikan melalui kanal YouTube miliknya.
Selain aktif berkarya di dunia musik, Andri Khan juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat Akademi 6 dan berhasil menembus babak 20 besar. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Andri menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Andri.
Suasana duka di rumah keluarga almarhumah berlangsung penuh haru. Kehadiran Andri Khan menjadi wujud nyata persahabatan dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada sahabatnya, Rendi Ahmad, yang sedang kehilangan sosok ibu tercinta.
Andri Khan juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Rendi Ahmad bukan sekadar teman biasa. Menurutnya, Rendi merupakan sahabat yang selama ini setia mendampingi dirinya dalam berbagai kegiatan seni musik, khususnya saat memenuhi undangan pentas di Kabupaten Polewali Mandar dan sekitarnya.
Andri melihat bahwa Rendi Ahmad memiliki bakat yang cukup besar di bidang tarik suara. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus memberikan motivasi serta membimbing Rendi dalam mengembangkan kemampuan olah vokalnya.
“Saya melihat Rendi memiliki potensi dan bakat menjadi seorang penyanyi. Insya Allah saya akan terus memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang teknik olah vokal agar bakat yang dimilikinya bisa berkembang lebih baik lagi,” ujar Andri Khan.
Menurut Andri, setiap kali dirinya mendapat undangan tampil atau mengisi acara musik di Polewali Mandar, Rendi Ahmad hampir selalu hadir mendampingi dan memberikan dukungan. Kedekatan itulah yang membuat Andri turut merasakan kesedihan atas musibah yang dialami sahabatnya tersebut.
“Saya turut merasakan kesedihan yang dialami Rendi. Semoga almarhumah Ibu Nurmi Padong mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Andri Khan hadir didampingi oleh ayahandanya, Jamaluddin, dan ibundanya, Musniar. Kehadiran keluarga Andri Khan menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ungkapan empati kepada keluarga almarhumah yang sedang berduka.
Kehadiran Andri Khan di rumah duka menjadi bukti eratnya persahabatan antara dirinya dengan Rendi Ahmad. Selain menyampaikan belasungkawa, Andri juga memberikan semangat kepada sahabatnya agar tetap kuat menghadapi cobaan serta terus mengembangkan bakat yang dimilikinya di dunia seni suara Usman padong











