Enrekang, Lingnusa.com – 2 Oktober 2024, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang menggelar pelatihan jurnalistik yang bertempat di Ruang Rapat Baznas. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan jurnalistik para peserta, terutama dalam menyusun berita yang informatif dan menarik.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Baznas Enrekang, Dr. Ilham Kadir, bersama anggota Baznas lainnya, serta diikuti oleh anggota Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Enrekang dan sejumlah anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Enrekang. Amir, anggota IWO Enrekang, bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.
Sebagai pemateri utama, Ketua IWO Sidrap, H. Basri, memberikan pemaparan yang mendalam mengenai kode etik jurnalistik, pentingnya menjaga integritas dalam pemberitaan, dan teknik penulisan berita yang efektif. Menurutnya, setiap berita harus mengandung elemen 5W+1H, yaitu What (apa yang terjadi), Who (siapa yang terlibat), When (kapan kejadian terjadi), Where (di mana lokasi kejadian), Why (mengapa hal tersebut terjadi), dan How (bagaimana kejadian tersebut terjadi). Prinsip ini, kata Basri, adalah pondasi untuk menyajikan berita yang akurat dan mudah dipahami pembaca.
Selain itu, H. Basri juga memberikan pelatihan khusus mengenai teknik pengambilan gambar. Ia menekankan bahwa foto yang digunakan dalam berita tidak boleh diambil secara asal-asalan. “Foto tidak hanya sekedar berdiri tegak, tetapi perlu ada kreativitas dalam sudut pengambilannya,” jelasnya. Dengan sudut yang lebih dinamis, gambar akan lebih hidup dan memberikan nilai estetika yang lebih tinggi pada sebuah berita.
Dr. Ilham Kadir juga berbagi pengalaman pribadinya ketika masih berprofesi sebagai wartawan sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Baznas. Ia mengungkapkan bahwa menjadi wartawan adalah pengalaman berharga yang mengajarinya cara berpikir kritis, menggali informasi mendalam, dan menyampaikan fakta dengan jujur. Pengalaman tersebut, lanjutnya, sangat relevan dalam peranannya di Baznas untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat melalui berbagai media.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberitaan di Kabupaten Enrekang, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh Baznas dan UPZ setempat. (YudiEmas)

















